Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi
  ﻉ Ketika orang lain bertanya siapakah dirimu? Jawabanmu selalu belum tahu, sedangkan kamu yang membentuknya, menemaninya, dan membesarkannya Akan kuceritakan satu hal, Aku pernah gagal sampai membuatku tidak ingin lagi menjadi benda hidup yang mengenal harapan, padahal yang hilang hanya harapanku, bukan Tuhanku Aku pernah lelah sampai tidak ingin lagi menjadi makhluk yang mendapati suatu kesibukan, padahal yang hilang hanya kekuatanku bukan kesempatanku Aku pernah salah dan menganggap diriku yang terburuk, sedang aku tak mau mendapati diriku jauh dariMu Aku   ingin sesekali mengakui diriku baik, sedang aku tau banyak yang tidak baik Aku hanya mengenali satu hal sampai sekarang, bahwa sejauh apapun diri ini membawaku pergi, pada akhirnya yang aku ingin tetaplah kembali Aku terus berbicara   mesti kadang tidak paham bagaimana rasanya berdialog Aku mulai tidak mempedulikan tentang apa dan siapa yang datang Aku hanya ingin selalu bahagia sebab setiap...
IMAN SENJA Aku hamba, yang tak pernah berhenti mengiba pada Tuhannya Mengeluh atas takdir yang dirasa tak pernah selaras dengan maunya Aku hamba, yang tak pernah berhenti kecewa pada dirinya Yang memaki atas pemberian yang dirasa tak pernah melegakan Aku hamba, yang tak pernah berhenti memelas pada Tuhannya, Berharap rayuan pinta tentang bahagia segera dibalas Aku hamba, yang ingin memanjatkan maaf Prasangkaku tak pernah sebaik seperti apa yang Tuhan kasih. Sedang ibadahku tak lebih dari sekedar formalitas yang kadang kuanggap membosankan Maaf karena sampai nanti, aku akan terus berdoa tanpa tahu diri Berpura-pura menjadi baik, padahal Tuhan yang Maha Baik.
Mengenang yang Akan Datang Aku jingga, yang hinggap di pagi dan sore hari hanya untuk memujimu yang tak pernah jelas kulihat Aku suara, yang memilih menjadi hening untuk mengaminkan sabdamu yang kudengar lirih dari orang lain Aku sendu, yang merayap meninggikan harap untuk dapat segera menatapmu dalam tetap Jangan lama-lama, walau aku tak akan  kehilangan cinta sampai kesempatan itu tiba, tetap berjanjilah untuk memperkenankanku mensyukuri air mata.