Postingan

Menampilkan postingan dari 2022
  Keseimbangan Diri untuk Kedamaian Hidup Seorang guru pernah mengatakan, bahwa hidup manusia itu disibukkan dengan dua hal, cinta dan cita-cita serta dibayangi dengan tiga rahasia, rizki, kematian, dan jodoh. Banyak ketidakpahaman tentang wujud bahagia yang sebenarnya bukan bergantung pada kontekstual lahir, tetapi kedamaian batin. Dalam pemahaman pemeluk Islam, Islam sendiri berasal dari kata salima yang berarti selamat, aslama yang berarti menyerahkan diri atau patuh, salam yang berarti damai atau kedamaian. Oleh karena itu, Islam sendiri dianggap agama yang damai karena datang membawa kedamaian, sedangkan manusia fitrahnya adalah mencari kedamaian(kebahagiaan). Haidar Musyafa dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Potensi Akal dan Hati Kita menjelaskan tentang pentingnya manusia menyadari keistimewaan yang Tuhan berikan, yaitu akal dan hati. Menurutnya, akal yang digunakan dengan benar dan hati yan dirawat dengan baik akan dengan mudah menerima hidayah dan kebenaran. Sal...
Gambar
  Katanya Merdeka,.. Setelah melakukan selayang pandang satu bulan pada bulan kemerdekaan Indonesia, sepertinya saya sendiri masih belum menemukan makna kata merdeka yang mewakili kemerdekaan semua makhluk. Agustus menjadi momen bersejarah   sekaligus momen bergelora untuk bangsa Indonesia. Sejauh ini, penilaian tentang siapa yang paling mengenang adalah siapa yang paling ramai menggelar perayaan. Pelbagai acara dijajar mulai dari makan bersama, membuat karya, sampai lomba dan panggung megah. Tapi di ujung kota, mungkin ada beberapa orang yang tidak akan pernah sempat mengingat apa itu bulan Agustus, entah sengaja atau tidak. Jangankan melakukan perayaan, makan sehari hari saja masih kebingungan, jangankan mengadakan perlombaan, bertahan hidup saja   masih gelagapan. Pada takdir demikian, kemerdekaan negara terlalu jauh bagi mereka sedangkan kemerdekaan diri saja tidak punya. Di sekolah dasar, murid-murid diajarkan untuk menghafal pancasila sekaligus mencari contoh di...
  Refleksi tentang Ketidakselarasan Hai, apakabar? Seutas sapaan singkat yang digunakan sebagai ekspresi dari kekhawatiran atau sekedar ke kepo an. Malam kemarin, saya baru saja mendapati pesan dengan bunyi apakabar? Tanpa sadar, pernyataan itu hidup sepanjang hari dalam diri saya. Menanyakan pada diri sendiri bagaimana kabarnya.   Belum begitu baik, katanya. Kemarin sempat bangkit, tapi kenyataan kembali membawanya dalam jurang yang lebih dalam. Ada banyak sekali hal yang ingin saya kecam, saya benci, dan saya nafikkan karena telah hadir sebagai kenyataan. Tibatiba saya terpikirkan tentang kalimat yang selalu saya katakan sendiri, “Tuhan itu Maha Baik, dan tidak pernah tidak”. Tapi kemarin, saya seolah menghakimi kebaikan Tuhan. Saya kembali mendikte apa yang harus Tuhan beri kepada saya yang menurut saya sesuai dengan usaha yang saya lakukan. Saya percaya dengan kalimat “Hasil tidak akan menghianati usaha”. Sampai akhirnya sadar, bahwa yang menentukan sebuah pemb...
IMAN SENJA Aku hamba, yang tak pernah berhenti mengiba pada Tuhannya Mengeluh atas takdir yang dirasa tak pernah selaras dengan maunya Aku hamba, yang tak pernah berhenti kecewa pada dirinya Yang memaki atas pemberian yang dirasa tak pernah melegakan Aku hamba, yang tak pernah berhenti memelas pada Tuhannya, Berharap rayuan pinta tentang bahagia segera dibalas Aku hamba, yang ingin memanjatkan maaf Prasangkaku tak pernah sebaik seperti apa yang Tuhan kasih. Sedang ibadahku tak lebih dari sekedar formalitas yang kadang kuanggap membosankan Maaf karena sampai nanti, aku akan terus berdoa tanpa tahu diri Berpura-pura menjadi baik, padahal Tuhan yang Maha Baik.
  Cara mengenali diri sendiri Tulisan ini merupakan sebuah opini pribadi penulis yang dipengaruhi oleh beberapa pengalaman priabdi, teman, dan beberapa jurnal terkait pengenalan diri. Pengenalan diri sendiri merupakan kemampuan individu untuk mengukur dan menilai diri sendiri yang meliputi, kekurangan, kelebihan, apa yang suka dan tidak disukai yang mengarah pada self acceptance dan self objectivity. Kemampuan untuk mengenali diri sendiri akan menjadikan manusia lebih mudah untuk melakukan penyesuaian dan adaptasi diri terhadap perubahan, entah itu tentang kabaruan tempat, suasana, ataupun orang lain. untuk mengenali diri, seseorang harus belajar objektif dalam menilai dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan pada diri sendiri, seperti : 1.     Tulis kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dari sana, kita belajar menjadi objektif atas hal baik dan   buruk yang memang ada dalam diri kit...
  Problematika Menjadi Diri Sendiri Mungkin sebagian dari kita akan bertanya mengapa menjadi diri sendiri akan menimbulkan masalah? atau apakah menjadi diri sendiri itu membutuhkan cara? Menjadi diri sendiri bukanlah sebuah masalah, tetapi solusi untuk menjalani hidup dengan damai dan merdeka. Bukan tentang bagaimana cara menjadi diri sendiri, tetapi lebih ke keberanian untuk menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri berarti membiarkan pikiran mendengarkan kata hati tentang apa yang ingin dan tidak ingin ia lakukan, tentang apa yang sebenarnya membuatnya nyaman dan bahagia. Kebanyakan orang yang hidup di era post truth ini cenderung melakukan dan memilih hal yang  dilakukan dan dipilih oleh banyak orang. Dengan demikian, hidup dan lingkungan kita akan dipenuhi dengan gaya dan kebenaran yang common sense.   Hal ini akan semakin menjadi-jadi ketika kondisi membawa kita pada era digital, saat media mulai digunakan sebagai ajang eksistensi diri. Manusia menjadi makhl...