Postingan

Menampilkan postingan dari 2023
  Pesan Cicit Syekh Abdul Qodir Jailani Kepada Orang Berilmu Tepat pada perayaan 1 abad NU 16 Rajab 1444 Hijiriyah,   Cicit Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Maulana Assayyid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani, menjadi tamu yang sangat dinantikedatangannya oleh para Jemaah yang turut menghadiri perayaan 1 abad NU. Kebahagiaan dapat bertemu orang alim dan mulia yang merupakan keturunan e 25 dari Syekh Abdul Qodir Jailani, nama yang selalu ditawassulkan   Al Fatihah kepada beliau (pemimpin para waliyullah) setelah bertawassul kepada Rasulullah saw. Beliau datang untuk mengisi mauidhoh hasanah untuk mengisi sepertiga malam para jamaah dalam majelis perayaan 1 abad NU. Salah satu yang beliau sampaikan adalah Nasihat dari Syekh Abdul Qodir Jailani untuk menjadi seorang guru yang sempurna. “Orang yang mempunyai akhlak seperti Nabi Muhammad saw(akhlak orang berilmu dan akhlak Alquran),   jujur dalam kesungguhan seperti kejujuran Sayyidina Abu Baka...
  Moderasi Agama Ala NU Tercermin dalam Perayaan 1 Abad NU oleh Seluruh Indonesia Pada tanggal 7 Februari 2023 lalu, yakni 16 Rajab 1444 Hijriyah, dunia merayakan peringatan 1 abad NU dalam kalender Hijriyah. Peringatan tersebut digadang-gadangkan menjadi peringatan terbesar pada tahun 2023 di Indonesia. Sekitar 2 juta peserta datang memenuhi Gelora Delta Sidoarjo untuk memeriahkan resepsi 1 abad NU. Peringatan ini menjadi simbol masuknya NU di era barunya, abad ke 2. Puncak acara harlah 1 abad NU digelar selama 24 jam nonstop dengan rangkaian sedemikian rupa detail dan berwarna, mulai dari hiburan musisi nasional, tokoh-tokoh politik Indonesia termasuk presiden-wakil presiden dan para menteri, para tokoh keagamaan ahlus sunnah waljamaah, bahkan tidak tanggung-tanggung seorang cucu Syekh Abdul Qadir Jailani, Maulana Syekh Assyarif Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasani Al Husaini, beliau turut menghadiri acara harlah 1 abad NU sebagai pengisi Mauidhoh Hasanah. Uniknya, antusiasme ...
  ﻉ Ketika orang lain bertanya siapakah dirimu? Jawabanmu selalu belum tahu, sedangkan kamu yang membentuknya, menemaninya, dan membesarkannya Akan kuceritakan satu hal, Aku pernah gagal sampai membuatku tidak ingin lagi menjadi benda hidup yang mengenal harapan, padahal yang hilang hanya harapanku, bukan Tuhanku Aku pernah lelah sampai tidak ingin lagi menjadi makhluk yang mendapati suatu kesibukan, padahal yang hilang hanya kekuatanku bukan kesempatanku Aku pernah salah dan menganggap diriku yang terburuk, sedang aku tak mau mendapati diriku jauh dariMu Aku   ingin sesekali mengakui diriku baik, sedang aku tau banyak yang tidak baik Aku hanya mengenali satu hal sampai sekarang, bahwa sejauh apapun diri ini membawaku pergi, pada akhirnya yang aku ingin tetaplah kembali Aku terus berbicara   mesti kadang tidak paham bagaimana rasanya berdialog Aku mulai tidak mempedulikan tentang apa dan siapa yang datang Aku hanya ingin selalu bahagia sebab setiap...
  Desain Cover Tidak Dibuat untuk Dipuja Istilah pencarian jati diri sepertinya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, terutama bagi generasi Millennial hingga hingga Alpha. Isu ini semakin diromantisasi bersamaan dengan menyebarnya fenomena mental health yang semakin excist di masa pandemic covid19 , walaupun sebenarnya isu ini sudah ada sejak zaman pra sejarah. Belakangan ini kita sering mendengar nasihat tentang peringatan untuk tidak kehilangan diri sendiri. Perubahan zaman ternyata juga mengubah pandangan tentang begitu pentingnya identitas diri seseorang dan bagaimana orang tersebut akan mempertahankan identitasnya di tengah pencampuran budaya tak hampir infinity. Menurut Stella Ting Toomey (Professor of Human Communication Studies at California) , Identitas sendiri merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis, kepercayaan, dan proses sosialisasi. Idealnya, identitas seseorang akan berintegritas dengan what is on them. ...